Kemarin menemani Nona manis ke Thamrin City. Kirain hanya ada batik dan baju saja disana, ternyata di lantai 3A ada permata tersembunyi; Pasar Buku.
Segera kaki melangkah ke atas dan hunting buku pun dimulai.
Sayangnya, hanya beberapa toko yang buka. Untungnya beberapa toko ini menyimpan buku-buku yang bagus bahkan ada yang sudah tidak diterbitkan lagi. Bahkan beberapa buah buku legendaris Di Bawah Bendera Revolusi terbitan pertama tersimpan dengan baik di lemari toko. Ada juga buku 70 tahun TB Simatupang, beberapa buku karya Pramodya Ananta Toer, dan buku-buku bagus lainnya.
Tangan pun tidak kuasa mengeluarkan beberapa lembar kertas terakhir dari dompet. Beberapa lembar kertas ini pun beralih ke dompet penjual buku. Namun sebagai gantinya aku mendapatkan ratusan lembar kertas berharga yang memiliki nilai abadi dan jauh lebih bernilai dari beberapa lembar kertas (baca:uang) ini.
Aku membeli 5 buku.
Buku Arus Balik buah pikir dan tangan dari Pram menceritakan tentang Indonesia yang memiliki sejarah kemaritiman yang kuat di masa lampau namun itu berbalik di masa penjajahan hingga sekarang.
Buku Bumi Manusia yang juga dituliskan oleh Pram merupakan titipan seorang teman dari Bengkulu.
Dua buku lainnya merupakan karya dari Dale Carnegie, seorang motivator pengembangan diri dan kepemimpinan. Dan satu buku lainnya menarik perhatian saya karena cara penulisannya yang keren dan menggunakan wortel sebagai analogi tentang kepemimpinan. Kok bisa ya?
Semoga keempat buku ini dapat segera dituntaskan, dan buku Bumi Manusia dapat segera sampai ke tangan teman saya di Bengkulu.
#marimembaca
Hidup ini penuh kegembiraan dan keindahan. Dan hidup akan semakin indah ketika kita dapat berbagi dengan orang lain sehingga hidup kita menjadi kegembiraan milik bersama. Mari berbagi kegembiraan disini.
inspirasi
Friday, 8 May 2015
Batik atau Buku
Labels:
ananta toer,
Batik,
buku,
carnegie,
hobi,
Indonesia,
maritim,
pram,
thamrin city
Tuesday, 24 March 2015
Sudut Kehidupan Akhirnya Pensiun
Akhirnya "Sudut
Kehidupan" harus pensiun
dari tugasnya.
Setelah bertahun-tahun memilih "Sudut Kehidupan" menjadi tema
dari blog ini, hari ini aku memutuskan untuk menggantinya dengan tema lain yang
selama beberapa bulan lalu menjadi tagline pribadi. Tagline ini bernama #KegembiraanBersama.
Sebelum membahas tagline baru ini, ada baiknya kita
mengenang jasa "Sudut
Kehidupan" yang sudah
menemani kita saat berselancar di blog ini. Ucapan terima kasih yang besar
sudah sepantasnya diberikan kepada "Sudut
Kehidupan" karena telah
memberikan sudutnya menjadi tempat kita berbagi dan bercerita. Di sudutnya kita
bertemu dan berpisah. Di sudutnya pula kita menangis dan tertawa.
Kenapa dulu aku memilih "Sudut
Kehidupan" menjadi tema
blog ini?
Tentu tema itu tidak muncul begitu saja.
Saat itu tahun 2010 saat aku mulai mengetikkan cerita di blog ini, Masa
itu, bagiku dan mungkin bagi banyak pemuda lainnya, adalah fase mencari jati
diri. Aku baru saja berumur 21 tahun, dan keistimewaan itu membuatku sudah
termasuk dalam kategori "di atas 21 tahun". Banyak hal, baik dan
buruk, positif dan negatif, yang dikaitkan dengan umur 21 tahun. Bisa kita
simpulkan, umur 21 tahun adalah fase kritis bagi seorang pemuda. Apakah setelah
umur 21 tahun kita menjadi orang baik atau buruk, menjadi orang yang membawa
manfaat atau mudarat.
Ternyata kegalauan pemuda pada fase itu juga merasuk dalam kehidupanku.
Maka jadilah aku terkadang harus berhenti sejenak di sudut kehidupan. Melihat
ke belakang, untuk mengevaluasi setiap langkah yang kulalui. Memandang ke kiri
dan ke kanan, untuk memahami bagaimana diriku sekarang. Dan menatap ke depan,
untuk mencari tahu, jalan mana yang akan kulalui esok hari.
Maka di "Sudut
Kehidupan" aku merenung, dan di sudut ini juga aku berusaha
memahami jati diriku, tujuan aku dilahirkan, alasan kenapa aku harus ada. Di
sudut ini aku menyesali kesalahanku, terkadang juga menertawakan kebodohanku.
Dan lebih dari itu, di sudut ini juga aku akhirnya menemukan keping demi keping
puzzle kehidupanku, yang berusaha kususun satu per satu setiap aku berhenti
sejenak di "Sudut
Kehidupan".
Jadi inilah aku, begini adanya, dengan setiap
kelebihan dan kekurangan yang dianugerahkan Tuhan kepadaku. Dan setelah
bertahun-tahun perenungan di "Sudut
Kehidupan", maka
kutemukanlah nilai hakiki yang harus kujalani, yakni menjadikan hidup sebagai #KegembiraanBersama.
Dan disinilah #KegembiraanBersama menjadi tagline
yang menggantikan “Sudut Kehidupan”.

Fase merenung sudah usai, walaupun ke depan juga kita harus tetap berhenti sejenak untuk merenung, mengevaluasi setiap jalan yang kita pilih dalam petualangan kehidupan ini. Namun, saat ini adalah saatnya untuk bertindak aktif, menjadikan diri kita berarti, baik bagi diri kita sendiri, orang di sekitar kita, terutama berarti untuk Sang Pencipta.
#KegembiraanBersama
adalah penemuanku akan
arti kehidupan. Bahwa hidup ini sebenarnya penuh dengan kegembiraan dan
keindahan. Dan hidup yang gembira ini akan semakin indah ketika kita dapat
berbagi dengan orang lain sehingga hidup kita menjadi kegembiraan milik
bersama.
Terima kasih “Sudut Kehidupan”
dan selamat datang #KegembiraanBersama.
Labels:
#kegembiraanbersama,
berarti,
Berbagi,
berdampak,
bersama,
dampak,
hidup,
kegembiraan,
kehidupan,
nilai,
orang lain,
Peduli,
sudut kehidupan,
tagline,
tema
Saturday, 21 March 2015
Pengelolaan Wilayah Laut yang Terpadu
Indonesia
adalah negara di Asia
Tenggara yang memiliki sekitar 17.504 pulau yang menyebar di sekitar
khatulistiwa.
Indonesia merupakan negara kepulauan terluas di dunia di mana wilayah perairan
Indonesia lebih luas dari wilayah daratannya. Wilayah Indonesia terbentang
sepanjang 3.977 mil di antara Samudra
Hindia dan Samudra Pasifik. Luas daratan
Indonesia adalah 1.910.931,32 km² (Permendagri No.66 Tahun 2011 tentang Kode
dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan) dan luas perairan kepulauannya
3.096.190,92 km².
Posisi
Indonesia yang unik dan strategis ini ditunjukkan dengan beragam dan banyaknya
potensi sumber daya perikanan di wilayah perairan Indonesia. Kekayaan ini memancing
nelayan asing datang untuk mengambil sumber daya ikan dari wilayah perairan
Indonesia. Kehadiran nelayan asing dan juga nelayan lokal akan membawa
pendapatan bagi negara. Namun, menurut data dari Kementerian Kelautan dan
Perikanan, dari sekitar 6000 kapal nelayan, setengahnya adalah kapal ilegal dan
mencuri ikan Indonesia senilai 300 trilyun Rupiah setiap tahunnya.
Kejayaan Nusantara
Kawasan pesisir dan laut seharusnya menjadi andalan
sumber pendapatan masyarakat Indonesia. Sayangnya pengelolaan yang kurang baik
menyebabkan Indonesia kehilangan potensi pemasukan yang besar dari sektor laut.
Pasca
reformasi 1998, pemerintah Indonesia mulai memberikan perhatian serius dengan
membentuk Departemen Eksplorasi Laut dan Perikanan (DELP), lalu berubah menjadi
Departemen Kelautan dan Perikanan(DKP) hingga Kementerian Kelautan dan
Perikanan (KKP). Bahkan pada era pemerintahan K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur),
ia mengangkat Laksamana Widodo, AS sebagai panglima TNI. Presiden Gus Dur
menyadari bahwa Indonesia memiliki kekuatan yang besar di bidang kemaritiman
dan secara ekonomi politik, Gus Dur menunjukkan bahwa kelautan dan perikanan
memiliki posisi penting dalam pembangunan nasional.
Keputusan Presiden Jokowi membentuk kementerian bidang
maritim adalah wujud keseriusan pemerintah saat ini untuk membenahi kembali
wilayah perairan Indonesia. Pemerintah Indonesia ingin mengembalikan kejayaan
zaman Nusantara di mana sektor perdagangan dan pelayaran kerajaan-kerajaan
Nusantara sangat kuat dan disegani mancanegara.
Untuk mengembalikan kejayaan ini, pemerintah tidak dapat melakukan perubahan
kebijakan secara sektoral. Kebijakan pro maritim harus menyentuh semua lapisan
kepentingan dan perlu dilakukan pengelolaan wilayah laut yang terpadu lintas
sektor.
Lintas Sektor
Ada
empat alasan pokok yang dikemukakan sebagai dasar pengelolaan wilayah laut
secara terpadu yaitu : (1) keberadaan sumberdaya
lautan yang besar dan beragam, (2) peningkatan pembangunan dan jumlah penduduk,
(3) pergeseran konsentrasi kegiatan ekonomi global dari poros Eropa – Atlantik
menjadi poros Asia Pasifik dan (4) wilayah lautan sebagai pusat pengembangan
kegiatan industri dalam proses pembangunan menuju era industrialisasi dan
Indonesia sebagai poros maritim dunia.
Pengelolaan
laut yang terpadu lintas sektor ini berupa pengelolaan pemanfaatan sumberdaya
alam dan jasa-jasa lingkungan yang terdapat di kawasan laut, dengan cara melakukan penilaian menyeluruh tentang kawasan laut dan
sumberdaya alam serta jasa-jasa lingkungan yang terdapat di dalamnya,
menentukan tujuan dan sasaran pemanfaatan guna mencapai pembangunan yang
optimal dan berkelanjutan. Asas kemitraan dan keterpaduan harus juga dikedepankan
sesuai dengan asas pengelolaan perikanan yang tertuang pada Pasal 2 UU No. 45
Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang
Perikanan.
Pasca
dilantik, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti telah mengeluarkan
berbagai kebijakan terkait pengelolaan perikanan dan kelautan Indonesia. Pelarangan alih muatan kapal di tengah laut,
aturan moratorium kapal besar, dan
penenggelaman kapal ilegal adalah beberapa kebijakan yang dikeluarkan oleh
Menteri Susi. Menurut Menteri Susi, potensi laut Indonesia sangat besar,
sayangnya selama ini kekayaan itu dinikmati oleh negara asing.
Selain
melakukan berbagai kebijakan ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
perlu melakukan kemitraan dengan berbagai lembaga non negara seperti media
massa, organisasi kemasyarakatan di kawasan pesisir, dan aktor non negara
lainnya. Pelibatan aktor non negara akan membantu upaya antisipasi kementerian
kelautan dan perikanan menangkal berbagai penyelewengan dan pelanggaran yang
terjadi di wilayah laut Indonesia.
Kementerian Kelautan dan Perikanan juga harus terus
meningkatkan koordinasi lintas sektor dengan berbagai kementerian seperti
Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perhubungan,
Kementerian Luar Negeri, dan Tentara Nasional Indonesia. Tindakan yang
dilakukan terhadap kapal ilegal, bongkar muat di tengah laut, dan pelanggaran
lainnya dapat berjalan efektif apabila setiap sektor dapat menjalankan perannya
masing-masing.
KKP dibantu TNI telah melakukan tindakan tegas
terhadap kapal-kapal ilegal yang berhasil ditangkap di perairan Indonesia.
Penenggelaman kapal yang dilakukan oleh KKP dibantu TNI sudah memiliki kekuatan
hukum yakni Pasal 69 UU No. 45 Tahun 2009 tentang Perubahan
atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan dimana pengawas
perikanan dapat melakukan tindakan khusus berupa pembakaran dan/atau
penenggelaman kapal perikanan yang berbendera asing berdasarkan bukti permulaan
yang cukup.
Selain
penenggelaman kapal ilegal, Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri juga
harus meminta setiap negara tetangga untuk mengawasi nelayan lautnya agar tidak
memasuki wilayah laut negara lain secara ilegal. Diplomasi kemaritiman yang
dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri akan mendukung efektifnya kebijakan yang
dilakukan oleh KKP ini.
Selama
ini ikan Indonesia banyak dikirim dan diperjualbelikan ke luar negeri secara
ilegal. Dengan adanya pemberantasan nelayan ilegal, persediaan ikan Indonesia
di pasar internasional akan menurun. Oleh karena itu, kebijakan KKP ini harus
diikuti kebijakan lain berupa peningkatan daya saing nelayan Indonesia. KKP dapat
berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian untuk membicarakan bagaimana
membangun industri sumber daya laut di berbagai wilayah Indonesia. Koordinasi
dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Luar Negeri juga dibutuhkan
untuk membicarakan tentang bea untuk hasil laut Indonesia serta mencari pasar
potensial di luar sebagai untuk mendistribusikan hasil laut Indonesia. KKP juga
harus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mengupayakan lalu
lintas laut dan udara yang efisien dan ekonomis untuk membantu distribusi hasil
laut Indonesia ini.
Pengelolaan laut secara terpadu merupakan suatu
proses yang berkesinambungan, interaktif, adaptif, dan partisipatif. Dibutuhkan peran setiap lembaga, baik aktor negara maupun
aktor non negara untuk melakukan fungsinya masing-masing demi tercapainya
cita-cita membangun Indonesia sebagai poros maritim dunia. Jalesveva Jayamahe!
Labels:
ikan,
Indonesia,
jalesveva jayamahe,
jokowi,
kebijakan,
kelautan,
kelola,
kepulauan,
KKP,
koordinasi,
laut,
maritim,
negara,
Nusantara,
pengelolaan,
perdagangan,
perikanan,
poros,
terpadu,
wilayah
Sunday, 8 March 2015
Perjalanan Hidup 2: Tidak Hilang Harapan Menjadi Lebih Baik
Setiap kesatria cahaya pernah merasa takut untuk terjun ke medan tempur.
Setiap kesatria cahaya pernah, di masa lalu, membohongi atau mengkhianati seseorang.
Setiap kesatria cahaya pernah melangkahkan kaki di jalan yang bukan jalannya.
Setiap kesatria cahaya pernah menderita karena alasan-alasan yang paling sepele.
Setiap kesatria cahaya pernah, setidaknya sekali, meyakini bahwa dirinya bukan kesatria cahaya.
Setiap kesatria cahaya pernah gagal dalam menunaikan kewajiban-kewajiban spiritualnya.
Setiap kesatria cahaya pernah berkata 'ya' ketika dia ingin mengatakan 'tidak'.
Setiap kesatria cahaya pernah menyakiti seseorang yang dia sayangi.
Itulah sebabnya dia disebut kesatria cahaya, sebab dia telah melalui semua itu namun tidak kehilangan harapan untuk menjadi lebih baik daripada dirinya yang sekarang.
*dikutip dari buku Kesatria Cahaya karya Paulo Coelho.
Wednesday, 25 February 2015
Kisah Arthur Ashe, pemain legendaris Wimbledon
Dicopy dari teman dan terlalu bagus untuk tidak dibagikan:
Arthur Ashe, pemain Wimbledon legendaris sekarat karena AIDS yg berasal dari darah yg terinfeksi virus ketika operasi jantung pada 1983.
Dia menerima surat dari para penggemarnya, salah satu dari mereka ada yg menyampaikan:
"Mengapa Tuhan memilih Anda untuk mendapatkan penyakit yg buruk seperti ini??"
Terhadapnya, Arthur Ashe menjawab:
Lima puluh juta anak mulai bermain tenis,
Lima juta dari mereka belajar bagaimana bermain tenis,
Lima ratus ribu belajar tenis secara profesional,
Lima puluh ribu bertanding dalam turnamen,
Lima ribu mencapai Grand Slam,
Lima puluh mencapai Wimbledon,
Empat mencapai semifinal,
Dua mencapai final dan ketika saya menggenggam pialanya, saya tak pernah bertanya pada Tuhan, "Kenapa (harus) saya?"
Jadi ketika sekarang saya sakit, bagaimana bisa saya menanyakan kepada Tuhan, "Kenapa (harus) saya?"
Kebahagiaan membuatmu tetap manis.
Cobaan membuatmu kuat. Kesedihan membuatmu tetap menjadi manusia.
Kegagalan membuatmu tetap rendah hati.
Kesuksesan membuatmu tetap berpijar.
Namun, hanya iman yg membuatmu tetap melangkah.
Layak dibagikan:
Kadang engkau merasa tidak puas terhadap kehidupanmu sementara banyak orang di dunia ini memimpikan bisa hidup sepertimu.
Anak kecil di ladamg memandang pesawat terbang di atasnya, dan memimpikan bisa terbang, tetapi sang pilot di pesawat itu memandang ladang di bawahnya dan memimpikan bisa pulang ke rumah.
Begitulah hidup.
Nikmatilah hidupmu.
Jika kekayaan adalah rahasia kebahagiaan, tentu orang-orang kaya akan menari-nari di jalanan.
Tapi? Hanya anak2 miskinlah yg melakukannya.
σΎ®—
Jika kekuatan memang menjamin keamanan, tentu orang-orang penting akan berjalan tanpa pengawalan.
Tapi? Hanya mereka yg hidup sederhana yg bisa tidur nyenyak.
Jika kecantikan dan kepopuleran memang membawa kita pada hubungan yang ideal, tentu para selebriti pasti punya perkawinan yg terbaik.
Hiduplah sederhana
Berjalanlah dengan rendah hati.
Dan mencintailah dengan tulus..
Arthur Ashe, pemain Wimbledon legendaris sekarat karena AIDS yg berasal dari darah yg terinfeksi virus ketika operasi jantung pada 1983.
Dia menerima surat dari para penggemarnya, salah satu dari mereka ada yg menyampaikan:
"Mengapa Tuhan memilih Anda untuk mendapatkan penyakit yg buruk seperti ini??"
Terhadapnya, Arthur Ashe menjawab:
Lima puluh juta anak mulai bermain tenis,
Lima juta dari mereka belajar bagaimana bermain tenis,
Lima ratus ribu belajar tenis secara profesional,
Lima puluh ribu bertanding dalam turnamen,
Lima ribu mencapai Grand Slam,
Lima puluh mencapai Wimbledon,
Empat mencapai semifinal,
Dua mencapai final dan ketika saya menggenggam pialanya, saya tak pernah bertanya pada Tuhan, "Kenapa (harus) saya?"
Jadi ketika sekarang saya sakit, bagaimana bisa saya menanyakan kepada Tuhan, "Kenapa (harus) saya?"
Kebahagiaan membuatmu tetap manis.
Cobaan membuatmu kuat. Kesedihan membuatmu tetap menjadi manusia.
Kegagalan membuatmu tetap rendah hati.
Kesuksesan membuatmu tetap berpijar.
Namun, hanya iman yg membuatmu tetap melangkah.
Layak dibagikan:
Kadang engkau merasa tidak puas terhadap kehidupanmu sementara banyak orang di dunia ini memimpikan bisa hidup sepertimu.
Anak kecil di ladamg memandang pesawat terbang di atasnya, dan memimpikan bisa terbang, tetapi sang pilot di pesawat itu memandang ladang di bawahnya dan memimpikan bisa pulang ke rumah.
Begitulah hidup.
Nikmatilah hidupmu.
Jika kekayaan adalah rahasia kebahagiaan, tentu orang-orang kaya akan menari-nari di jalanan.
Tapi? Hanya anak2 miskinlah yg melakukannya.
σΎ®—
Jika kekuatan memang menjamin keamanan, tentu orang-orang penting akan berjalan tanpa pengawalan.
Tapi? Hanya mereka yg hidup sederhana yg bisa tidur nyenyak.
Jika kecantikan dan kepopuleran memang membawa kita pada hubungan yang ideal, tentu para selebriti pasti punya perkawinan yg terbaik.
Hiduplah sederhana
Berjalanlah dengan rendah hati.
Dan mencintailah dengan tulus..
Labels:
arthur,
ashe,
inspirasi,
inspiratif,
kebahagiaan,
Kedamaian,
kisah,
legendaris,
motivasi,
pemain,
sakit,
sederhana,
tenis,
Tuhan,
tulus,
wimbledon
Tuesday, 3 February 2015
Situs Gunung Padang: Mega Karya dari Visi Besar
Selama ini, kebudayaan Indonesia
sudah dikagumi dunia dengan keberadaan Candi Borobudur dan Candi Prambanan.
Adanya Situs Gunung Padang semakin menunjukkan kemampuan leluhur kita. Situs Gunung
Padang merupakan situs prasejarah peninggalan kebudayaan Megalitikum di
Cianjur, Jawa Barat yang dibangun pada periode 2500-4000 SM. Jika perkiraan ini
tepat, situs ini telah ada sekitar 2.800 tahun sebelum dibangunnya Candi
Borobudur. Bahkan umur bangunan ini lebih tua 2000 tahun dari situs terkenal Machu
Picchu di Peru dan seusia dengan Piramida Giza di Mesir. Bisa
dikatakan, Situs Gunung Padang adalah peninggalan megalitik terbesar di Asia
Tenggara.
Untuk membangun situs sebesar ini
dibutuhkan visi besar dari para pembangunnya. Para pembangunnya memiliki alasan
dan tujuan yang baik atas dibangunnya situs ini. Visi besar ini kemudian tercermin
lewat akal, jiwa dan raga yang besar pula. Maka mega karya dari visi besar
leluhur kita kemudian dapat berumur lama dan bisa kita saksikan sekarang ini.
Leluhur kita telah mencontohkan bagaimana
visi besar dapat membuahkan karya yang megah, monumental, dan tahan lama. Saat
ini pun kita seharusnya dapat membangun karya-karya besar yang dapat
menunjukkan citra baik bangsa kita di mata dunia. Kita juga harus memiliki visi
besar tentang alasan dan tujuan yang baik dari mega karya kita. Visi besar ini
kemudian tampak lewat curahan akal, jiwa, dan raga kita yang akan berusaha
dengan optimal mengerjakan karya kita.
Pada zaman prasejarah belum ada
meja gambar arsitek yang digunakan untuk mendesain bangunan dengan ukuran yang
tepat. Namun, visi besar yang tampak dari pemikiran besar membuat leluhur kita
tidak hilang akal merencanakan pembangunan situs megah ini. Leluhur kita
menggunakan imajinasinya untuk merancang situs dengan luas bangunan sekitar 900
m2 di area sekitar 3 hektar. Mereka merancang desain dan cara
membangun situs ini. Mereka juga memikirkan bahan yang tepat dan kuat agar mega
karya mereka ini megah dan bertahan lama.
Dalam konteks kekinian kita
sering mendengar bangunan besar yang roboh atau rusak padahal baru dibangun
beberapa tahun bahkan bulan. Padahal bangunan-bangunan tersebut dirancang
dengan biaya yang tidak sedikit. Namun penggunaan biaya ini tidak diimbangi
dengan visi besar dari para pembangunnya. Para pembangunnya tidak membangun
karyanya dengan curahan pemikiran yang optimal. Akibatnya bangunan tersebut
hanya terlihat besar di luar, namun bobrok di dalam. Belajar dari leluhur kita,
kita harus memiliki visi besar atas karya kita. Dengan visi besar, maka kita
akan mencurahkan pemikiran kita sebaik mungkin untuk merancang dan membangun mega
karya kita.
Situs Gunung Padang dibangun dari
ribuan batu besar berjenis andesit, basaltik, dan basal. Batuan ini diukir berbentuk tiang-tiang dengan panjang
sekitar 1 meter dan berdiameter rata-rata 20 cm. Batu-batu andesit ini dipahat
dari batuan di sekitar lokasi situs. Dengan teknologi seadanya, leluhur kita
mengukir batu dengan cermat dan memindahkan batu-batu ini dengan tekun.
Digerakkan oleh visi besar, leluhur kita menggunakan hati dan raganya
mengerjakan mega karya mereka.
Sayangnya
kecermatan dan ketekunan yang serupa masih jarang ditemukan pada para pembangun
saat ini. Kita sering mengerjakan karya besar kita dengan asal-asalan. Kita setengah
hati menggunakan tenaga kita. Padahal membangun karya besar juga harus
mencurahkan hati dan raga yang besar, seperti yang dicontohkan oleh leluhur
kita.
Leluhur
kita telah mencontohkan pentingnya memiliki visi besar untuk membangun karya
besar. Dengan visi besar, kita akan mengerahkan hati, akal, dan raga kita
sebesar mungkin untuk mengerjakan karya kita. Maka karya kita dapat menunjukkan
kemegahannya dan bernilai besar bagi peradaban dan masyarakat.
Pemerintah
seharusnya menjaga kelestarian situs-situs purbakala kita. Situs-situs purbakala
adalah saksi bisu mega karya dari visi besar leluhur kita. Dengan mempelajari
mega karya leluhur kita, kita dapat juga memahami bagaimana visi besar mereka. Kita,
para generasi pembangun masa sekarang juga akan memiliki tekad seperti leluhur
kita, membangun mega karya dari visi besar kita untuk kemajuan dan
kesejahteraan bangsa.
Labels:
budaya,
cianjur,
gunung,
mega karya,
megalitikum,
padang,
peradaban,
situs,
situs gunung padang
Thursday, 29 January 2015
Pelajaran Hidup 1: Suratan Takdir atau Usaha?
Perjalanan hidup kita memang tidak mudah.
Jalan terlihat tidak berujung, terjal dan berbatu.
Banyak kerikil tajam yang siap memangsa kaki para pejalan.
Tidak jarang perjalanan kita diusik semak berduri yang tumbuh
hingga ke tengah jalan.
Beratnya jalan bercampur aduk dengan letihnya badan.
Semangat di awal berganti segera dengan keputusasaan.
Tidak jarang kita berpikir apa kita salah jalan.
Terkadang kita badan kita menuntut untuk berhenti.
Bahkan lebih dari sekali kita ingin berbalik arah dan kembali.
Perjalanan begitu berat.
Ini sepertinya bukan jalan kita.
Beberapa orang tua mengatakan perjalanan hidup itu merupakan
suratan takdir.
Tidak ada yang dapat menduga, juga menerka.
Kita hanya bisa berpasrah.
Sehingga hidup tanpa berjuang dan lupa dengan kenyataan.
Ada juga yang mengatakan perjalanan hidup ditentukan oleh kita
sendiri.
Kitalah yang menentukan nasib kita, baik atau buruk, berhasil atau
terbuang.
Mereka yang sepakat dengan ini kemudian berusaha merancang
hidupnya.
Mengejar mimpi yang indah sehingga terkadang lupa dengan
kenyataan.
Yang manakah kita?
Apakah menjadi orang yang pasrah dan lupa dengan kenyataan?
Ataukah menjadi pemimpi yang juga lupa dengan kenyataan?
BUKAN.
Kita bukanlah si pasrah.
Kita juga bukanlah si pemimpi.
Kita adalah perpaduan keduanya.
Kita adalah orang yang pasrah dan bermimpi.
Pasrah akan suratan takdir dari Sang Perancang Agung, yang telah
merancang perjalanan hidup kita sedemikian rupa, sehingga perjalanan hidup kita
akan menjadi Legenda Pribadi milik kita semata.
Kita juga pemimpi yang memimpikan hal-hal indah dan berusaha
mencapainya.
Maka genaplah perjalanan hidup kita.
Buah dari suratan takdir dan usaha.
Hasil yang didapat dari perjuangan anak manusia dan penyertaan
Sang Khalik.
Perjalanan hidup yang walau berat dan berliku-liku, akan berakhir
dengan indah dan bahagia.
Jika dan hanya jika kita berusaha optimal selama menjalaninya,
sembari tetap berpasrah pada kehendak Sang Pencipta.
Salam pagi. :)
Labels:
bahagia,
berjuang,
hidup,
indah,
jalan,
merancang,
pasrah,
perjalanan,
perjalanan hidup,
perjuangan,
Sang Pencipta,
suratan takdir,
terjal,
usaha
Subscribe to:
Posts (Atom)






