inspirasi

inspirasi
Showing posts with label terjal. Show all posts
Showing posts with label terjal. Show all posts

Thursday, 29 January 2015

Pelajaran Hidup 1: Suratan Takdir atau Usaha?

Perjalanan hidup kita memang tidak mudah.
Jalan terlihat tidak berujung, terjal dan berbatu.
Banyak kerikil tajam yang siap memangsa kaki para pejalan.
Tidak jarang perjalanan kita diusik semak berduri yang tumbuh hingga ke tengah jalan.
Beratnya jalan bercampur aduk dengan letihnya badan.
Semangat di awal berganti segera dengan keputusasaan.

Tidak jarang kita berpikir apa kita salah jalan.
Terkadang kita badan kita menuntut untuk berhenti.
Bahkan lebih dari sekali kita ingin berbalik arah dan kembali.
Perjalanan begitu berat.
Ini sepertinya bukan jalan kita.

Beberapa orang tua mengatakan perjalanan hidup itu merupakan suratan takdir.
Tidak ada yang dapat menduga, juga menerka.
Kita hanya bisa berpasrah.
Sehingga hidup tanpa berjuang dan lupa dengan kenyataan.

Ada juga yang mengatakan perjalanan hidup ditentukan oleh kita sendiri.
Kitalah yang menentukan nasib kita, baik atau buruk, berhasil atau terbuang.
Mereka yang sepakat dengan ini kemudian berusaha merancang hidupnya.
Mengejar mimpi yang indah sehingga terkadang lupa dengan kenyataan.

Yang manakah kita?
Apakah menjadi orang yang pasrah dan lupa dengan kenyataan?
Ataukah menjadi pemimpi yang juga lupa dengan kenyataan?

BUKAN.
Kita bukanlah si pasrah.
Kita juga bukanlah si pemimpi.

Kita adalah perpaduan keduanya.
Kita adalah orang yang pasrah dan bermimpi.
Pasrah akan suratan takdir dari Sang Perancang Agung, yang telah merancang perjalanan hidup kita sedemikian rupa, sehingga perjalanan hidup kita akan menjadi Legenda Pribadi milik kita semata.
Kita juga pemimpi yang memimpikan hal-hal indah dan berusaha mencapainya.

Maka genaplah perjalanan hidup kita.
Buah dari suratan takdir dan usaha.
Hasil yang didapat dari perjuangan anak manusia dan penyertaan Sang Khalik.
Perjalanan hidup yang walau berat dan berliku-liku, akan berakhir dengan indah dan bahagia.
Jika dan hanya jika kita berusaha optimal selama menjalaninya, sembari tetap berpasrah pada kehendak Sang Pencipta.


Salam pagi. :)

Wednesday, 5 October 2011

Jalan yang Berkelok, Tebing yang Curam


jalan itu berkelok-kelok,

bukan berarti tidak ada yang lurus di depan.



tebing itu curam,

bukan berarti tidak ada yang landai di atas.



sungai itu deras,

bukan berarti tidak ada yang tenang di hilir.



tikungan, hambatan, gangguan,

selalu ada kerikil bahkan batuan dalam kehidupan,

bukan berarti hanya itu yang ada di sepanjang perjalanan,

karena pasti akan ada harapan dalam setiap pilihan yang ditentukan.



karakter yang dewasa,

mental yang teruji,

nalar yang tinggi,

raga yang kuat,

setiap hal itu merupakan buah dari perjalanan,

untuk menciptakan pribadi yang semakin siap dan semakin siap,



ibarat ranting pokok anggur yang harus selalu dipangkas untuk menghasilkan buah yang banyak,

bagai anak rajawali yang harus dijatuhkan dari atas tebing agar dapat terbang,

layaknya ikan salmon yang melawan arus sungai demi menelurkan anak-anaknya,

seperti perjalanan 40 tahun suatu bangsa agar siap mengisi sebuah wilayah,

ya, ibarat, bagai, layaknya, seperti itu.



hidup ini perjalanan melatih diri,

perjalanan mencari arti hidup,

kenapa seseorang itu harus ada,

atau ditetapkan ada.



tentu semuanya bukan kebetulan,

atau ketidaksengajaan semata,

melainkan ada karena di balik kenapa,

selalu ada sebab di belakang mengapa.



setiap langkah, setiap jejak,

semuanya itu seharusnya meluaskan wadah,

menambah gagas diri,

akan makna kehidupan.



semua orang pasti akan mati suatu saat,

tapi tidak semua orang hidup.



apakah kita sudah hidup?

ataukah selama ini napas itu hanya terbuang sia-sia,

dan raga itu bergerak tanpa makna,

serta jiwa itu kosong tak berguna?





seorang pelari tidak pernah tahu kapan dia akan berhenti berlari,

yang dia tahu hanyalah akan ada suatu garis akhir di depan,

dan sejauh apapun itu, dia harus terus berlari untuk mencapainya,

karena memang untuk itu dia menjadi pelari.



begitupun kapal,

yang akan aman dan jauh dari perompak ataupun batu karang selama berada di pelabuhan,

namun bukan untuk itu kapal diciptakan,

karena dia ada justru untuk berlayar di lautan,

melawan semua perompak dan mengatasi segala batu karang.



terus melangkah di jalan yang berkelok,

tetap mendaki di tebing yang curam,

hadapi setiap ombak yang menghadang,

karena di balik itu,

akan menanti padang edelweis yang indah,

dan pemandangan bintang yang gemerlap,

serta daratan yang mempesona.