Entah kenapa, dini hari selalu menjadi waktu yang menyenangkan untuk berpikir, mencari inspirasi, mencari ilham. Suasana yang hening dan sunyi sepertinya mendukung otak untuk berputar-putar mencari pertanyaan dan jawaban yang kadang bersembunyi dan kadang menunjukkan dirinya dengan tidak malu-malu.
Waktu terus berjalan, detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, abad, terus berganti hingga akhir yang tidak pernah bisa diduga kapan waktunya. Begitu juga pertanyaan dan jawaban, berputar seiring waktu, ada yang bisa dijawab dan ditanya, tidak sedikit juga yang tidak bisa dijawab ataupun ditanya, dan juga ada yang berulang kembali, jawab menjadi tanya, tanya menjadi jawab.
Apalah arti ini semua, waktu yang terus berjalan, meninggalkan setiap kenangan di belakang, ada untuk diingat, disesali, dibanggakan, dan terkadang juga dilupakan. Apalah arti jawab dan tanya, ketika itu semua menjadi sia-sia belaka, ditinggalkan di belakang, dilupakan, tergeletak, sendiri.
Hidup adalah kumpulan tanya dan jawab, jawab dan tanya, yang seiring waktu yang terus berjalan, hidup akan juga berjalan menuju klimaksnya, hingga sampai di suatu titik, dimana tanya dan jawab itu tidak ada lagi, hanya menyisakan kepastian, kemutlakan, tidak terbantahkan lagi.
Mari terus bertanya dan menjawab, menjawab dan bertanya, proses yang akan terus berlanjut selama detik, menit, jam, hari, minggu, tahun, abad, terus-menerus hingga sampai tiba di titik akhir, klimaks dari segalanya, dimana pertanyaan tidak perlu dijawab lagi, dan jawaban tidak perlu ditanya lagi. Hingga tiba akhir dari segala sesuatu, namun juga awal dari segala sesuatu.
Hidup ini penuh kegembiraan dan keindahan. Dan hidup akan semakin indah ketika kita dapat berbagi dengan orang lain sehingga hidup kita menjadi kegembiraan milik bersama. Mari berbagi kegembiraan disini.
inspirasi
Monday, 30 May 2011
Tanya dan Jawab
Labels:
abad,
awal,
bertanya,
berusaha,
jawab,
jawaban,
menjawab,
pertanyaan,
sesuatu,
tahun,
tanya,
titik akhir
Arti Sebuah Oikumene
Di dalam satu ibadah, beberapa rekan keluar dari ruangan segera ketika acara memasuki bagian pujian penyembahan. Ternyata mereka tidak tahan berada di dalam, ibadah itu tidak sesuai dengan aliran dogma yang mereka pahami selama ini. Di kelompok agama mereka, mereka tidak pernah bernyanyi dengan tepuk tangan ataupun mengangkat tangan. Menurut mereka, ibadah haruslah khusyuk dan tenang. Mereka dulu pernah menyampaikan ke pengurus bahwa mereka kurang bisa menerima ibadah seperti itu, tapi tetap saja begitu terus setiap ibadah. Mereka pun berpikir, kenapa para jemaat itu melakukan ibadah yang tidak oikumene dan tidak mempedulikan pendapat kami?
Di satu ibadah lain, beberapa orang mengeluh setelah selesai mengikuti kegiatannya. Mereka merasa ibadahnya masih belum terlalu mengena ke hati setiap jemaatnya. Istilahnya, soulnya belum tersentuh. Seharusnya pujian penyembahannya lebih mengena lagi ke hati. Namun ketika tadi pada saat ibadah mereka berusaha mengekspresikan pujian mereka, jemaat lain justru memandangi dan melarang mereka melakukannya. Kenapa demikian? Kenapa para jemaat itu melarang kami? Mereka tidak melakukan ibadah yang oikumene?
Pertanyaannya, apa makna sebenarnya dari Oikumene?
Menurut Wikipedia, Oikumene adalah peningkatan kerja sama dan saling pemahaman yang lebih baik antara kelompok-kelompok agama atau denominasi di dalam agama yang sama. Dari link www.gbkp.or.id, saya mengutip sebuah paragraf yang secara lebih jelas menggambarkan defenisi dari Oikumene.
Oikumene merupakan manifestasi (penampakan) persekutuan orang Kristen dalam satu tubuh antara sesama denominasi gereja yang memiliki latar belakang dogma dan theologia yang berbeda, baik di wilayah lokal, regional, nasional maupun internasional. Sebenarnya kata Oikumene berasal dari Bahasa Yunani yaitu Oikos yang berarti “rumah” dan “monos” yang berarti “satu”. Yang dimaksud dengan “rumah” adalah dunia ini, sehingga kata oikumene berarti dunia yang didiami oleh seluruh manusia. Karena itu oikumene juga dalam arti manifestasi persekutuan seluruh umat manusia yang memiliki latar belakang budaya, agama yang berbeda (majemuk).
Apakah pertanyaan di awal sudah terjawab? Saya sendiri masih belum puas dengan jawaban dari kedua link tadi. Mari kita cari jawabannya bersama. J
Sebelum menjawab pertanyaan ini, baiklah sebelumnya kita cari defenisi dari toleransi. Apakah toleransi? Menurut KBBI, toleransi artinya sifat atau sikap toleran. Toleran sendiri artinya adalah bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dsb) yg berbeda atau bertentangan dng pendirian sendiri.
Pertanyaannya, apa kaitan antara toleransi dengan oikumene?
Menurut saya kedua hal ini jelas sangat berkaitan erat. Oikumene merupakan sikap toleransi. Toleransi atas adanya perbedaan dogma atau theologia di dalam satu agama yang sama. Toleransi ketika teman satu agama kita beribadah ataupun melakukan sesuatu hal yang sesuai dengan dogma yang diajarkan di kelompok agamanya.
Pertanyaan selanjutnya yang keluar adalah apakah kita benar-benar sudah melakukan hal ini? Memiliki toleransi terhadap rekan satu agama yang berbeda paham/dogma/theologia dengan kita? Apakah kita sudah menjunjung Oikumene?
Miris ketika di luar sana kita berkoar-koar menjunjung tinggi toleransi umat beragama dan pluralisme, tapi di dalam persekutuan kita sendiri, di agama kita, kita ternyata masih mengkotak-kotakkan dogma yang ada. Kita menggerutu ketika tata cara ibadah yang kita ikuti tidak sesuai dengan tata cara aliran kita. Kita kemudian mencap para pelaksana ibadah itu tidak oikumene, tidak mempedulikan aliran agama lain yang juga beribadah di sana. Terkadang kita juga menertawai sesuatu hal yang dilakukan teman kita yang berbeda aliran agama dengan kita. Mungkin kelihatannya itu menyenangkan, tapi bagaimanakah perasaan kita ketika kita yang diberlakukan seperti demikian?
Ketika kita menggerutu suatu tata cara ibadah tidak oikumene, sadarkah kita bahwa justru kita yang tidak oikumene? Atau ketika di suatu persekutuan yang khusyuk kita melihat ada orang yang bertepuk tangan, kita kemudian mencap dia tidak oikumene, sekali lagi, sadarkah kita bahwa kita yang saat itu tidak oikumene!!!
Menurut saya, oikumene adalah saat dimana di dalam satu persekutuan dengan tata cara ibadah aliran A, orang-orang dari aliran lain di tempat itu juga dapat beribadah dengan mengekspresikan diri sesuai alirannya, dan orang dari aliran A bisa menerimanya/menghargainya. Contoh, ketika beribadah di gereja karismatik, orang-orang dari aliran konservatif yang beribadah di sana tetap bisa bernyanyi dengan gayanya, dan demikian juga sebaliknya ketika beribadah dengan tata cara konservatif, orang yang beraliran karismatik tetap bisa beribadah dengan gayanya. Jemaat yang lain tidak boleh memaksakan tata cara alirannya kepada yang lain.
Apakah suatu aliran agama lebih baik dari aliran agama lain? Tentu tidak! Tuhan saja tidak pernah mengkotak-kotakkan aliran agama, bisa dibaca sendiri di Alkitab, apa hak kita sehingga kita bisa menghakimi aliran agama lain??!
Saya seorang jemaat Methodist dan bisa dibilang gereja saya beraliran konservatif. Walaupun demikian, ketika saya beberapa kali ibadah di gereja beraliran karismatik, reform, dan lainnya, saya bisa tetap beribadah dan berekspresi sesuai aliran saya. Dan saya juga menerima orang lain yang beribadah sesuai dengan alirannya. Menurut saya, begitu seharusnya oikumene. Bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dsb) yg berbeda atau bertentangan dng pendirian sendiri.
Seperti doa Yesus yang tertulis di Yohanes 17:21, “supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku”, kiranya kita tetap satu dan tidak mengkotak-kotakkan.
Agar semua satu adanya, atau dalam bahasa latin, UT OMNES UNUM SINT!!
Di satu ibadah lain, beberapa orang mengeluh setelah selesai mengikuti kegiatannya. Mereka merasa ibadahnya masih belum terlalu mengena ke hati setiap jemaatnya. Istilahnya, soulnya belum tersentuh. Seharusnya pujian penyembahannya lebih mengena lagi ke hati. Namun ketika tadi pada saat ibadah mereka berusaha mengekspresikan pujian mereka, jemaat lain justru memandangi dan melarang mereka melakukannya. Kenapa demikian? Kenapa para jemaat itu melarang kami? Mereka tidak melakukan ibadah yang oikumene?
Pertanyaannya, apa makna sebenarnya dari Oikumene?
Menurut Wikipedia, Oikumene adalah peningkatan kerja sama dan saling pemahaman yang lebih baik antara kelompok-kelompok agama atau denominasi di dalam agama yang sama. Dari link www.gbkp.or.id, saya mengutip sebuah paragraf yang secara lebih jelas menggambarkan defenisi dari Oikumene.
Oikumene merupakan manifestasi (penampakan) persekutuan orang Kristen dalam satu tubuh antara sesama denominasi gereja yang memiliki latar belakang dogma dan theologia yang berbeda, baik di wilayah lokal, regional, nasional maupun internasional. Sebenarnya kata Oikumene berasal dari Bahasa Yunani yaitu Oikos yang berarti “rumah” dan “monos” yang berarti “satu”. Yang dimaksud dengan “rumah” adalah dunia ini, sehingga kata oikumene berarti dunia yang didiami oleh seluruh manusia. Karena itu oikumene juga dalam arti manifestasi persekutuan seluruh umat manusia yang memiliki latar belakang budaya, agama yang berbeda (majemuk).
Apakah pertanyaan di awal sudah terjawab? Saya sendiri masih belum puas dengan jawaban dari kedua link tadi. Mari kita cari jawabannya bersama. J
Sebelum menjawab pertanyaan ini, baiklah sebelumnya kita cari defenisi dari toleransi. Apakah toleransi? Menurut KBBI, toleransi artinya sifat atau sikap toleran. Toleran sendiri artinya adalah bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dsb) yg berbeda atau bertentangan dng pendirian sendiri.
Pertanyaannya, apa kaitan antara toleransi dengan oikumene?
Menurut saya kedua hal ini jelas sangat berkaitan erat. Oikumene merupakan sikap toleransi. Toleransi atas adanya perbedaan dogma atau theologia di dalam satu agama yang sama. Toleransi ketika teman satu agama kita beribadah ataupun melakukan sesuatu hal yang sesuai dengan dogma yang diajarkan di kelompok agamanya.
Pertanyaan selanjutnya yang keluar adalah apakah kita benar-benar sudah melakukan hal ini? Memiliki toleransi terhadap rekan satu agama yang berbeda paham/dogma/theologia dengan kita? Apakah kita sudah menjunjung Oikumene?
Miris ketika di luar sana kita berkoar-koar menjunjung tinggi toleransi umat beragama dan pluralisme, tapi di dalam persekutuan kita sendiri, di agama kita, kita ternyata masih mengkotak-kotakkan dogma yang ada. Kita menggerutu ketika tata cara ibadah yang kita ikuti tidak sesuai dengan tata cara aliran kita. Kita kemudian mencap para pelaksana ibadah itu tidak oikumene, tidak mempedulikan aliran agama lain yang juga beribadah di sana. Terkadang kita juga menertawai sesuatu hal yang dilakukan teman kita yang berbeda aliran agama dengan kita. Mungkin kelihatannya itu menyenangkan, tapi bagaimanakah perasaan kita ketika kita yang diberlakukan seperti demikian?
Ketika kita menggerutu suatu tata cara ibadah tidak oikumene, sadarkah kita bahwa justru kita yang tidak oikumene? Atau ketika di suatu persekutuan yang khusyuk kita melihat ada orang yang bertepuk tangan, kita kemudian mencap dia tidak oikumene, sekali lagi, sadarkah kita bahwa kita yang saat itu tidak oikumene!!!
Menurut saya, oikumene adalah saat dimana di dalam satu persekutuan dengan tata cara ibadah aliran A, orang-orang dari aliran lain di tempat itu juga dapat beribadah dengan mengekspresikan diri sesuai alirannya, dan orang dari aliran A bisa menerimanya/menghargainya. Contoh, ketika beribadah di gereja karismatik, orang-orang dari aliran konservatif yang beribadah di sana tetap bisa bernyanyi dengan gayanya, dan demikian juga sebaliknya ketika beribadah dengan tata cara konservatif, orang yang beraliran karismatik tetap bisa beribadah dengan gayanya. Jemaat yang lain tidak boleh memaksakan tata cara alirannya kepada yang lain.
Apakah suatu aliran agama lebih baik dari aliran agama lain? Tentu tidak! Tuhan saja tidak pernah mengkotak-kotakkan aliran agama, bisa dibaca sendiri di Alkitab, apa hak kita sehingga kita bisa menghakimi aliran agama lain??!
Saya seorang jemaat Methodist dan bisa dibilang gereja saya beraliran konservatif. Walaupun demikian, ketika saya beberapa kali ibadah di gereja beraliran karismatik, reform, dan lainnya, saya bisa tetap beribadah dan berekspresi sesuai aliran saya. Dan saya juga menerima orang lain yang beribadah sesuai dengan alirannya. Menurut saya, begitu seharusnya oikumene. Bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dsb) yg berbeda atau bertentangan dng pendirian sendiri.
Seperti doa Yesus yang tertulis di Yohanes 17:21, “supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku”, kiranya kita tetap satu dan tidak mengkotak-kotakkan.
Agar semua satu adanya, atau dalam bahasa latin, UT OMNES UNUM SINT!!
Wednesday, 25 May 2011
Semakin jelas
Semakin jelas, semakin menarik, semakin mantap.
Sepertinya semakin menarik perjalanan ini.
Sepertinya semakin menarik perjalanan ini.
Tuesday, 24 May 2011
Let It Flow
Akhir2 ini senang mendengar kedua lagu di bawah ini yang merupakan theme song kawan awak Sutan P. A. Sitorus, Raja Galau UKSUers 2006. Lumayan enak didengar musiknya. Apa kaitan antara judul tulisan ini dengan kedua lagu di bawah? Hanya saya yang tahu. Hahaha, Silakan diputar kawan2, selamat menikmati. hahaha.
The Man Who Can't Be Moved - The Script
Going back to the corner where I first saw you
Gonna camp in my sleeping bag, I'm not gonna move
Got some words on cardboard, got your picture in my hand
Saying if you see this girl can you tell her where I am
Some try to hand me money, they don't understand
I'm not broke I'm just a broken hearted man
I know it makes no sense, but what else can I do
How can I move on when I've been in love with you
'Cause if one day you wake up and find that you're missing me
And your heart starts to wonder where on this earth I could be
Thinking maybe you'll come back here to the place that we'd meet
And you'd see me waiting for you on the corner of the street
So I'm not moving
I'm not moving
Policeman says son you can't stay here
I said there's someone I'm waiting for if it's a day, a month, a year
Gotta stand my ground even if it rains or snows
If she changes her mind this is the first place she will go
'Cause if one day you wake up and find that you're missing me
And your heart starts to wonder where on this earth I could be
Thinking maybe you'll come back here to the place that we'd meet
And you see me waiting for you on the corner of the street
So I'm not moving
I'm not moving
I'm not moving
I'm not moving
People talk about the guy
Who's waiting on a girl, oh whoa
There are no holes in his shoes
But a big hole in his world
Maybe I'll get famous as the man who can't be moved
And maybe you won't mean to but you'll see me on the news
And you'll come running to the corner
'Cause you'll know it's just for you
I'm the man who can't be moved
I'm the man who can't be moved
'Cause if one day you wake up and find that you're missing me
And your heart starts to wonder where on this earth I could be
Thinking maybe you'll come back here to the place that we meet
Oh, you see me waiting for you on a corner of the street
So I'm not moving
('Cause if one day you wake up, find that you're missing me)
I'm not moving
(And your heart starts to wonder where on this earth I could be)
I'm not moving
(Thinking maybe you'll come back here to the place that we'd meet)
I'm not moving
(Oh, you see me waiting for you on a corner of the street)
Going back to the corner where I first saw you
Gonna camp in my sleeping bag, I'm not gonna move
The Man Who Can't Be Moved - The Script
Over You - Daughtry
Now that it's all said and done,
I can't believe you were the one
To build me up and tear me down,
Like an old abandoned house.
What you said when you left
Just left me cold and out of breath.
I fell too far, was in way too deep.
Guess I let you get the best of me.
Well, I never saw it coming.
I should've started running
A long, long time ago.
And I never thought I'd doubt you,
I'm better off without you
More than you, more than you know.
I'm slowly getting closure.
I guess it's really over.
I'm finally getting better.
And now I'm picking up the pieces.
I'm spending all of these years
Putting my heart back together.
'Cause the day I thought I'd never get through,
I got over you.
You took a hammer to these walls,
Dragged the memories down the hall,
Packed your bags and walked away.
There was nothing I could say.
And when you slammed the front door shut,
A lot of others opened up,
So did my eyes so I could see
That you never were the best for me.
Well, I never saw it coming.
I should've started running
A long, long time ago.
And I never thought I'd doubt you,
I'm better off without you
More than you, more than you know.
I'm slowly getting closure.
I guess it's really over.
I'm finally getting better.
And now I'm picking up the pieces.
I'm spending all of these years
Putting my heart back together.
'Cause the day I thought I'd never get through,
I got over you.
Well, I never saw it coming.
I should've started running
A long, long time ago.
And I never thought I'd doubt you,
I'm better off without you
More than you, more than you know.
Well, I never saw it coming.
I should've started running
A long, long time ago.
And I never thought I'd doubt you,
I'm better off without you
More than you, more than you know.
I'm slowly getting closure.
I guess it's really over.
I'm finally getting better.
And now I'm picking up the pieces.
I'm spending all of these years
Putting my heart back together.
Well I'm putting my heart back together,
'Cause I got over you.
Well I got over you.
I got over you.
'Cause the day I thought I'd never get through,
Over You - Daughtry
The Man Who Can't Be Moved - The Script
Going back to the corner where I first saw you
Gonna camp in my sleeping bag, I'm not gonna move
Got some words on cardboard, got your picture in my hand
Saying if you see this girl can you tell her where I am
Some try to hand me money, they don't understand
I'm not broke I'm just a broken hearted man
I know it makes no sense, but what else can I do
How can I move on when I've been in love with you
'Cause if one day you wake up and find that you're missing me
And your heart starts to wonder where on this earth I could be
Thinking maybe you'll come back here to the place that we'd meet
And you'd see me waiting for you on the corner of the street
So I'm not moving
I'm not moving
Policeman says son you can't stay here
I said there's someone I'm waiting for if it's a day, a month, a year
Gotta stand my ground even if it rains or snows
If she changes her mind this is the first place she will go
'Cause if one day you wake up and find that you're missing me
And your heart starts to wonder where on this earth I could be
Thinking maybe you'll come back here to the place that we'd meet
And you see me waiting for you on the corner of the street
So I'm not moving
I'm not moving
I'm not moving
I'm not moving
People talk about the guy
Who's waiting on a girl, oh whoa
There are no holes in his shoes
But a big hole in his world
Maybe I'll get famous as the man who can't be moved
And maybe you won't mean to but you'll see me on the news
And you'll come running to the corner
'Cause you'll know it's just for you
I'm the man who can't be moved
I'm the man who can't be moved
'Cause if one day you wake up and find that you're missing me
And your heart starts to wonder where on this earth I could be
Thinking maybe you'll come back here to the place that we meet
Oh, you see me waiting for you on a corner of the street
So I'm not moving
('Cause if one day you wake up, find that you're missing me)
I'm not moving
(And your heart starts to wonder where on this earth I could be)
I'm not moving
(Thinking maybe you'll come back here to the place that we'd meet)
I'm not moving
(Oh, you see me waiting for you on a corner of the street)
Going back to the corner where I first saw you
Gonna camp in my sleeping bag, I'm not gonna move
The Man Who Can't Be Moved - The Script
Over You - Daughtry
Now that it's all said and done,
I can't believe you were the one
To build me up and tear me down,
Like an old abandoned house.
What you said when you left
Just left me cold and out of breath.
I fell too far, was in way too deep.
Guess I let you get the best of me.
Well, I never saw it coming.
I should've started running
A long, long time ago.
And I never thought I'd doubt you,
I'm better off without you
More than you, more than you know.
I'm slowly getting closure.
I guess it's really over.
I'm finally getting better.
And now I'm picking up the pieces.
I'm spending all of these years
Putting my heart back together.
'Cause the day I thought I'd never get through,
I got over you.
You took a hammer to these walls,
Dragged the memories down the hall,
Packed your bags and walked away.
There was nothing I could say.
And when you slammed the front door shut,
A lot of others opened up,
So did my eyes so I could see
That you never were the best for me.
Well, I never saw it coming.
I should've started running
A long, long time ago.
And I never thought I'd doubt you,
I'm better off without you
More than you, more than you know.
I'm slowly getting closure.
I guess it's really over.
I'm finally getting better.
And now I'm picking up the pieces.
I'm spending all of these years
Putting my heart back together.
'Cause the day I thought I'd never get through,
I got over you.
Well, I never saw it coming.
I should've started running
A long, long time ago.
And I never thought I'd doubt you,
I'm better off without you
More than you, more than you know.
Well, I never saw it coming.
I should've started running
A long, long time ago.
And I never thought I'd doubt you,
I'm better off without you
More than you, more than you know.
I'm slowly getting closure.
I guess it's really over.
I'm finally getting better.
And now I'm picking up the pieces.
I'm spending all of these years
Putting my heart back together.
Well I'm putting my heart back together,
'Cause I got over you.
Well I got over you.
I got over you.
'Cause the day I thought I'd never get through,
Over You - Daughtry
Saturday, 21 May 2011
Kemana Langkahku Pergi
Kemana langkahku pergi???
Ya, mungkin kalimat itu paling cocok menggambarkan kondisiku saat ini. Beberapa minggu ini sedang dilema antara beberapa pilihan langkah yang harus dipilih. Mungkin kalau diibaratkan dengan jalan, sekarang sedang berada di persimpangan jalan. Masalahnya pilihan jalannya bukan dua, tapi tiga, empat, atau lima.
Setiap jalan tentunya sesuai dengan karakter dan talenta yang kupunya, tapi jalan mana yang tepat dan sesuai dengan keinginanNya, nah itu yang sulit memutuskannya. Bagaimana cara mencaritahunya?
Seseorang pernah mengatakan lewat doa. Ya, tentunya dengan berdoa dan mencari kehendak Tuhan, kita bisa tahu kemana langkah yang akan kita ambil. Tapi, darimana aku bisa tahu kalau yang kudapat itu merupakan suara Tuhan dan bukan keinginan diriku? Ya, kalau disingkat, darimana bisa tahu itu objektif dan bukan subjektif? Kebetulan aku bukan tipe orang yang setelah berdoa kemudian bisa mengatakan bahwa Tuhan telah bersuara pada saat aku berdoa. Beruntung orang-orang yang bisa demikian.
Kebingungan akan jawaban doa itu pun pernah kupertanyakan ke seorang abang persekutuan. Darimana kita bisa tahu jawaban doa kita? Apakah memang Tuhan akan mengatakannya kepada kita secara langsung seperti kata beberapa orang, atau bagaimana? Bagaimana kita bisa tahu bahwa jawaban Tuhan itu memang jawabanNya, dan bukan sugesti jawaban dari diri kita sendiri??
Dan sang abang pun menjawab. Jawaban Tuhan itu bisa saja diberikan pada saat kita berdoa. Tapi, Tuhan juga memakai orang-orang di sekitar kita untuk memberitahukan rencanaNya kepada kita. Bisa lewat orangtua, teman dekat, saudara kandung, dosen, atau untuk orang-orang yang beruntung :p, oleh pacar mereka. Masukan dari mereka tentunya dapat membantu kita memutuskan langkah yang akan kita ambil pada saat akan memutuskan sesuatu hal, khususnya hal yang sangat penting dan berhubungan dengan perjalanan hidup kita selanjutnya.
Oleh karena itu, ketika tiba waktu kita untuk sampai ke persimpangan jalan dan menentukan perjalanan kehidupan kita yang selanjutnya, kenali karakter dan talenta kita, kenali kemampuan kita, berdiskusi dengan orang-orang terdekat, dan tentunya jangan lupa berdoa kepadaNya, niscaya jawaban yang paling tepat akan kita dapatkan. Lakukan ini semua dengan tepat karena ketika kita salah memilih jalan, tentunya akan mempengaruhi langkah-langkah kita selanjutnya. Dan ingat, peran orang-orang terdekat kita sangat berperan disini, baik untuk memberikan jalan yang tepat, atau justru mengaburkan jalan yang tepat. Mmmm,
Selamat menentukan kemana langkahmu akan pergi untuk mencapai tujuan hidupmu, kawan.
^^
Ya, mungkin kalimat itu paling cocok menggambarkan kondisiku saat ini. Beberapa minggu ini sedang dilema antara beberapa pilihan langkah yang harus dipilih. Mungkin kalau diibaratkan dengan jalan, sekarang sedang berada di persimpangan jalan. Masalahnya pilihan jalannya bukan dua, tapi tiga, empat, atau lima.
Setiap jalan tentunya sesuai dengan karakter dan talenta yang kupunya, tapi jalan mana yang tepat dan sesuai dengan keinginanNya, nah itu yang sulit memutuskannya. Bagaimana cara mencaritahunya?
Seseorang pernah mengatakan lewat doa. Ya, tentunya dengan berdoa dan mencari kehendak Tuhan, kita bisa tahu kemana langkah yang akan kita ambil. Tapi, darimana aku bisa tahu kalau yang kudapat itu merupakan suara Tuhan dan bukan keinginan diriku? Ya, kalau disingkat, darimana bisa tahu itu objektif dan bukan subjektif? Kebetulan aku bukan tipe orang yang setelah berdoa kemudian bisa mengatakan bahwa Tuhan telah bersuara pada saat aku berdoa. Beruntung orang-orang yang bisa demikian.
Kebingungan akan jawaban doa itu pun pernah kupertanyakan ke seorang abang persekutuan. Darimana kita bisa tahu jawaban doa kita? Apakah memang Tuhan akan mengatakannya kepada kita secara langsung seperti kata beberapa orang, atau bagaimana? Bagaimana kita bisa tahu bahwa jawaban Tuhan itu memang jawabanNya, dan bukan sugesti jawaban dari diri kita sendiri??
Dan sang abang pun menjawab. Jawaban Tuhan itu bisa saja diberikan pada saat kita berdoa. Tapi, Tuhan juga memakai orang-orang di sekitar kita untuk memberitahukan rencanaNya kepada kita. Bisa lewat orangtua, teman dekat, saudara kandung, dosen, atau untuk orang-orang yang beruntung :p, oleh pacar mereka. Masukan dari mereka tentunya dapat membantu kita memutuskan langkah yang akan kita ambil pada saat akan memutuskan sesuatu hal, khususnya hal yang sangat penting dan berhubungan dengan perjalanan hidup kita selanjutnya.
Oleh karena itu, ketika tiba waktu kita untuk sampai ke persimpangan jalan dan menentukan perjalanan kehidupan kita yang selanjutnya, kenali karakter dan talenta kita, kenali kemampuan kita, berdiskusi dengan orang-orang terdekat, dan tentunya jangan lupa berdoa kepadaNya, niscaya jawaban yang paling tepat akan kita dapatkan. Lakukan ini semua dengan tepat karena ketika kita salah memilih jalan, tentunya akan mempengaruhi langkah-langkah kita selanjutnya. Dan ingat, peran orang-orang terdekat kita sangat berperan disini, baik untuk memberikan jalan yang tepat, atau justru mengaburkan jalan yang tepat. Mmmm,
Selamat menentukan kemana langkahmu akan pergi untuk mencapai tujuan hidupmu, kawan.
^^
Thursday, 19 May 2011
Tentang Emosi
Kebablasan malam ini. Tidak bisa menahan emosi. Hati panas dan kepala pun ikut panas. Ketika itu semua sudah meluap keluar dan sampai ke orang lain, hubungan baik yang sebelumnya terjalin pun bisa rusak. Penyesalan di akhir tiada berguna.
Kenapa bisa emosi? Kenapa bisa marah?
Mungkin banyak alasannya. Tapi, apapun masalahnya, apakah kita boleh marah?
Ya, menurutku sih pasti boleh. Sebagai manusia biasa tentunya ada saat dimana permasalahan ataupun tantangan yang kita hadapi begitu hebatnya sehingga luapan emosi dan amarah itu tidak bisa ditahan lagi di dalam wadah diri. Luapan emosi dan amarah itu tidak baik disimpan dan memang harus segera dikeluarkan dan dienyahkan. Bagaimana caranya? Mmm, mungkin kita masih sama-sama belajar disini dan satu hal yang pasti energi luapan emosi dan amarah itu harus dikeluarkan secara positif.
Tapi, ada dua kutipan yang menurutku sangat baik dan perlu kita pikirkan ketika emosi amarah kita sedang meluap.
Yang pertama,
"Saat kita menemukan keburukan orang lain, bukan berarti diri kita lebih baik dari orang tersebut"
Kutipan yang kedua,
"Banyak orang yang terlalu sibuk menyalahkan orang lain, sampai lupa memperbaiki diri sendiri"
Dan tulisan ini akan ditutup oleh sebuah pesan dari Seorang Tokoh Dunia,
"Selumbar di mata orang dilihat, sementara balok di depan mata tidak dilihat"
Berpikir positif, jangan luapkan emosi amarah dengan cara yang salah.
Hari ini aku kalah mengatasinya,
semoga kamu tidak, kawan.
selamat pagi,
^^
Kenapa bisa emosi? Kenapa bisa marah?
Mungkin banyak alasannya. Tapi, apapun masalahnya, apakah kita boleh marah?
Ya, menurutku sih pasti boleh. Sebagai manusia biasa tentunya ada saat dimana permasalahan ataupun tantangan yang kita hadapi begitu hebatnya sehingga luapan emosi dan amarah itu tidak bisa ditahan lagi di dalam wadah diri. Luapan emosi dan amarah itu tidak baik disimpan dan memang harus segera dikeluarkan dan dienyahkan. Bagaimana caranya? Mmm, mungkin kita masih sama-sama belajar disini dan satu hal yang pasti energi luapan emosi dan amarah itu harus dikeluarkan secara positif.
Tapi, ada dua kutipan yang menurutku sangat baik dan perlu kita pikirkan ketika emosi amarah kita sedang meluap.
Yang pertama,
"Saat kita menemukan keburukan orang lain, bukan berarti diri kita lebih baik dari orang tersebut"
Kutipan yang kedua,
"Banyak orang yang terlalu sibuk menyalahkan orang lain, sampai lupa memperbaiki diri sendiri"
Dan tulisan ini akan ditutup oleh sebuah pesan dari Seorang Tokoh Dunia,
"Selumbar di mata orang dilihat, sementara balok di depan mata tidak dilihat"
Berpikir positif, jangan luapkan emosi amarah dengan cara yang salah.
Hari ini aku kalah mengatasinya,
semoga kamu tidak, kawan.
selamat pagi,
^^
Wednesday, 18 May 2011
Agrowisata, Pertanian -> Perekonomian Rakyat
Durasi baca: 3-4 menit
Selasa tadi mendapatkan kesempatan yang sayang untuk dilewatkan. Seorang alumni GMKI mengajak kami untuk mengunjungi alumni kami yang lebih tua, Bang Mindo Sianipar, sekarang sedang menjabat sebagai anggota DPR untuk ketiga kalinya di Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan, perikanan, dan pangan. Sesuai dengan bidangnya, abang ini memiliki rumah pertanian dan beliau melakukan banyak riset dan pengembangan disana. Rumah pertanian ini digunakan sebagai tempat pelatihan pertanian masyarakat dari berbagai provinsi di Indonesia dan kegiatan-kegiatan lainnya.
Selama berkunjung disana, banyak hal yang bisa kudapatkan terkait pertanian dan peternakan.
Teknologi menarik yang pertama saya lihat di sana adalah tungku pengasapan. Tungku pengasapan ini bertujuan untuk mencegah membusuknya hasil tangkapan ikan. Umumnya nelayan tidak mempunyai lemari pendingin. Dengan adanya tungku ini, hal itu dapat diatasi dan nelayan tidak akan merugi. Selain tungku ini, Bang Mindo juga memberitahukan kami tentang asam cair. Biasanya nelayan membutuhkan 200 kg es batu untuk membekukan ikan hasil tangkapannya. Apabila tidak menggunakan es batu, mereka biasanya menggunakan formalin. Hal ini tentunya merugikan nelayan dan juga tidak baik untuk kesehatan. Dengan asam cair ini, permasalahan itu semua dapat diatasi, cukup dengan menyemprotkan asam ini ke ikan yang hendak diawetkan. Dan hanya dibutuhkan 2 kg saja cairan saja, menggantikan 200kg es batu!!!

Teknologi selanjutnya yang kami dapat adalah mengenai pemanfaatan biogas dan tanah sebagai bahan dasar menjadi gas metana. Untuk pemanfaatan tanah ini, digunakan mikroba unik dimana mikroba ini akan mengeluarkan hasil pembuangan berupa gas metana yang dapat dialirkan ke dapur ataupun alat pembakaran lainnya. Kami juga diperkenalkan tentang pemanfaatan sekam padi sebagai bahan dasar arang cair dimana teknologi sangat ekonomis dan juga mengurangi limbah.

Di tempat ini, Bang Mindo mengkombinasikan ilmu yang dimiliki sarjana pertanian dengan ilmu yang dimiliki sarjana teknik, dalam hal ini beliau berlatar belakang sarjana Teknik Kimia ITB. Seorang staf beliau yang merupakan lulusan IPB mengenalkan kami juga dengan bahan makanan ikan yang sangat kaya akan protein, yakni larva serangga yang memang khusus (saya lupa jenis serangga ini). Kandungan proteinnya 47% sementara makanan ikan pada umumnya 20an %. Untuk memproduksi larva ini, digunakan satu gedung khusus sebagai tempat pembiakan serangga. Larva ini akan membuat ikan menjadi lebih sehat dan kaya protein.

Banyak hal-hal unik dan sederhana lainnya yang mungkin tidak pernah kita pikirkan dilakukan di rumah pertanian ini. Untuk meningkatkan mutu kesehatan ternak kerbau, Bang Mindo menanamkan mesin penghasil air oksida di dekat kandang kerbau dan mengalirkan airnya ke kandang tersebut. Dengan ini, kerbau itu akan lebih sehat dan lebih besar dari umumnya. Bahkan aku sendiri pun tidak meminum air oksida, kalah dari sang kerbau.

Kandang bebek dibuat di atas kolam lele sehingga kotoran bebek langsung jatuh ke kolam untuk kemudian menjadi makanan dari lele-lele yang dipelihara disana. Dan berbagai ide-ide lainnya seperti fermentasi air, pemanfaatan tumbuhan X (saya lupa namanya) sebagai makanan ikan mas, pembuatan pupuk organik dari kotoran hewan dan lainnya.
Agrowisata ini sungguh merupakan pengalaman berharga yang bisa saya dapatkan. Dari wisata kecil ini saya semakin memahami pentingnya pemanfaatan teknologi untuk pengembangan pertanian dan peternakan. Dan apabila kedua hal ini, teknologi dan pertanian bisa dipadukan, maka dipastikan pertanian dan peternakan di Indonesia bisa lebih berkembang lagi dan tentunya akan meningkatkan perekonomian rakyat. Berkali-kali Bang Mindo mengatakan bahwa rakyat masih buta akan teknologi seperti ini dan beliau siap mengajarkan apa yang dilakukannya di tempat ini kepada siapapun yang berminat. Dengan semakin banyak yang memahami dan mengembangkan pertanian, maka akan semakin maju dan makmur kehidupan rakyat di pedesaan.
Mari kawan, sambil kita nanti bekerja di tempat kerja kita masing-masing, kita juga menyisihkan sepersekian dari pendapatan kita untuk membuat pertanian sendiri. Dengan ini kita akan sangat berperan juga dalam membantu masyarakat.
Dan tentunya sangat nikmat ketika kita makan siang, masakan yang dihidangkan merupakan produk asli dari rumah pertanian kita. Seperti yang kualami di sana. Makan telur, daging, ikan, dan lainnya yang merupakan asli produk lokal. Jadi teringat game Play Station “Harvest Moon”. Mengembangkan pertanian sendiri.
Bagaimana kawan2? Tertarik menjadi seperti Bang Mindo? ^^
Selasa tadi mendapatkan kesempatan yang sayang untuk dilewatkan. Seorang alumni GMKI mengajak kami untuk mengunjungi alumni kami yang lebih tua, Bang Mindo Sianipar, sekarang sedang menjabat sebagai anggota DPR untuk ketiga kalinya di Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan, perikanan, dan pangan. Sesuai dengan bidangnya, abang ini memiliki rumah pertanian dan beliau melakukan banyak riset dan pengembangan disana. Rumah pertanian ini digunakan sebagai tempat pelatihan pertanian masyarakat dari berbagai provinsi di Indonesia dan kegiatan-kegiatan lainnya.
Selama berkunjung disana, banyak hal yang bisa kudapatkan terkait pertanian dan peternakan.
Teknologi menarik yang pertama saya lihat di sana adalah tungku pengasapan. Tungku pengasapan ini bertujuan untuk mencegah membusuknya hasil tangkapan ikan. Umumnya nelayan tidak mempunyai lemari pendingin. Dengan adanya tungku ini, hal itu dapat diatasi dan nelayan tidak akan merugi. Selain tungku ini, Bang Mindo juga memberitahukan kami tentang asam cair. Biasanya nelayan membutuhkan 200 kg es batu untuk membekukan ikan hasil tangkapannya. Apabila tidak menggunakan es batu, mereka biasanya menggunakan formalin. Hal ini tentunya merugikan nelayan dan juga tidak baik untuk kesehatan. Dengan asam cair ini, permasalahan itu semua dapat diatasi, cukup dengan menyemprotkan asam ini ke ikan yang hendak diawetkan. Dan hanya dibutuhkan 2 kg saja cairan saja, menggantikan 200kg es batu!!!

Teknologi selanjutnya yang kami dapat adalah mengenai pemanfaatan biogas dan tanah sebagai bahan dasar menjadi gas metana. Untuk pemanfaatan tanah ini, digunakan mikroba unik dimana mikroba ini akan mengeluarkan hasil pembuangan berupa gas metana yang dapat dialirkan ke dapur ataupun alat pembakaran lainnya. Kami juga diperkenalkan tentang pemanfaatan sekam padi sebagai bahan dasar arang cair dimana teknologi sangat ekonomis dan juga mengurangi limbah.

Di tempat ini, Bang Mindo mengkombinasikan ilmu yang dimiliki sarjana pertanian dengan ilmu yang dimiliki sarjana teknik, dalam hal ini beliau berlatar belakang sarjana Teknik Kimia ITB. Seorang staf beliau yang merupakan lulusan IPB mengenalkan kami juga dengan bahan makanan ikan yang sangat kaya akan protein, yakni larva serangga yang memang khusus (saya lupa jenis serangga ini). Kandungan proteinnya 47% sementara makanan ikan pada umumnya 20an %. Untuk memproduksi larva ini, digunakan satu gedung khusus sebagai tempat pembiakan serangga. Larva ini akan membuat ikan menjadi lebih sehat dan kaya protein.

Banyak hal-hal unik dan sederhana lainnya yang mungkin tidak pernah kita pikirkan dilakukan di rumah pertanian ini. Untuk meningkatkan mutu kesehatan ternak kerbau, Bang Mindo menanamkan mesin penghasil air oksida di dekat kandang kerbau dan mengalirkan airnya ke kandang tersebut. Dengan ini, kerbau itu akan lebih sehat dan lebih besar dari umumnya. Bahkan aku sendiri pun tidak meminum air oksida, kalah dari sang kerbau.

Kandang bebek dibuat di atas kolam lele sehingga kotoran bebek langsung jatuh ke kolam untuk kemudian menjadi makanan dari lele-lele yang dipelihara disana. Dan berbagai ide-ide lainnya seperti fermentasi air, pemanfaatan tumbuhan X (saya lupa namanya) sebagai makanan ikan mas, pembuatan pupuk organik dari kotoran hewan dan lainnya.
Agrowisata ini sungguh merupakan pengalaman berharga yang bisa saya dapatkan. Dari wisata kecil ini saya semakin memahami pentingnya pemanfaatan teknologi untuk pengembangan pertanian dan peternakan. Dan apabila kedua hal ini, teknologi dan pertanian bisa dipadukan, maka dipastikan pertanian dan peternakan di Indonesia bisa lebih berkembang lagi dan tentunya akan meningkatkan perekonomian rakyat. Berkali-kali Bang Mindo mengatakan bahwa rakyat masih buta akan teknologi seperti ini dan beliau siap mengajarkan apa yang dilakukannya di tempat ini kepada siapapun yang berminat. Dengan semakin banyak yang memahami dan mengembangkan pertanian, maka akan semakin maju dan makmur kehidupan rakyat di pedesaan.
Mari kawan, sambil kita nanti bekerja di tempat kerja kita masing-masing, kita juga menyisihkan sepersekian dari pendapatan kita untuk membuat pertanian sendiri. Dengan ini kita akan sangat berperan juga dalam membantu masyarakat.
Dan tentunya sangat nikmat ketika kita makan siang, masakan yang dihidangkan merupakan produk asli dari rumah pertanian kita. Seperti yang kualami di sana. Makan telur, daging, ikan, dan lainnya yang merupakan asli produk lokal. Jadi teringat game Play Station “Harvest Moon”. Mengembangkan pertanian sendiri.
Bagaimana kawan2? Tertarik menjadi seperti Bang Mindo? ^^
Labels:
agrowisata,
Ekonomi,
GMKI,
Indonesia,
limbah,
mindo sianipar,
nelayan,
perekonomian,
Pertanian,
petani,
Rakyat,
teknologi,
Wisata
Subscribe to:
Posts (Atom)

