inspirasi

inspirasi
Showing posts with label karakter. Show all posts
Showing posts with label karakter. Show all posts

Tuesday, 15 September 2015

Berani Bermimpi

Selama berbulan-bulan ini aku sering bercerita dengan Yanes David tentang mimpinya untuk membangun Pematang Siantar-Simalungun lewat pendidikan. Waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit rela mereka kuras demi mengejar mimpi ini. Bersama Daniel Ompusunggu dan para agent of change Jimmi Reinhard, dkk, mereka mendirikan Sopo Helios, sebuah lembaga pendidikan dengan pendekatan active learning dan pendidikan karakter.



Hari Minggu kemarin aku dan tim FOKAL.info mendapat kesempatan merasakan langsung mimpi Yanes dan teman-teman. Kesempatan ini menjadi lebih spesial karena kami diminta untuk bercerita tentang apa mimpi kami dan bagaimana kami berusaha mengejar mimpi kami kepada adik-adik SMP binaan mereka.

Kami menceritakan pengalaman kami masing-masing; tentang mimpi kami dan bagaimana kami harus jatuh-bangun mengejar mimpi kami. Bang Pirhot Nababan mengingatkan adik-adik untuk tidak berhenti mengejar mimpi sebelum mimpi itu tercapai. Bang Basar Daniel mengajak adik-adik untuk mengatur waktu sebaik mungkin, sehingga bisa seimbang waktu untuk belajar, bermain, dan aktivitas lainnya. 




Adik-adik juga menceritakan mimpi mereka. Ingin membahagiakan orangtua, sekolah di SMA favorit, dan bekerja di berbagai profesi yang mereka minati. Mata mereka berbinar saat menceritakan mimpi mereka. Ada harapan, ada semangat, ada keberanian untuk bermimpi dan mengejarnya.

Malamnya kami dijamu oleh nikmatnya masakan dan keramahan dari Ibunda Yanes, Inang Diana Nainggolan. Beliau menyemangati kami untuk setia menekuni mimpi kami walau mimpi itu mungkin tidak biasa bagi kebanyakan orang.

Terimakasih kepada teman-teman Sopo Helios yang berani bermimpi yang tidak biasa dan rela jatuh-bangun berusaha membangun Siantar-Simalungun lewat pendidikan. Pengabdian teman-teman mengingatkanku untuk tidak merasa cukup dengan aktivitas/pekerjaan pribadi yang kulakukan. Ternyata masih begitu banyak ruang kosong yang bisa diisi oleh orang-orang yang mau dan berani bermimpi membangun sesama dan lingkungan sekitarnya.

Saturday, 21 May 2011

Kemana Langkahku Pergi

Kemana langkahku pergi???

Ya, mungkin kalimat itu paling cocok menggambarkan kondisiku saat ini. Beberapa minggu ini sedang dilema antara beberapa pilihan langkah yang harus dipilih. Mungkin kalau diibaratkan dengan jalan, sekarang sedang berada di persimpangan jalan. Masalahnya pilihan jalannya bukan dua, tapi tiga, empat, atau lima.

Setiap jalan tentunya sesuai dengan karakter dan talenta yang kupunya, tapi jalan mana yang tepat dan sesuai dengan keinginanNya, nah itu yang sulit memutuskannya. Bagaimana cara mencaritahunya?

Seseorang pernah mengatakan lewat doa. Ya, tentunya dengan berdoa dan mencari kehendak Tuhan, kita bisa tahu kemana langkah yang akan kita ambil. Tapi, darimana aku bisa tahu kalau yang kudapat itu merupakan suara Tuhan dan bukan keinginan diriku? Ya, kalau disingkat, darimana bisa tahu itu objektif dan bukan subjektif? Kebetulan aku bukan tipe orang yang setelah berdoa kemudian bisa mengatakan bahwa Tuhan telah bersuara pada saat aku berdoa. Beruntung orang-orang yang bisa demikian.

Kebingungan akan jawaban doa itu pun pernah kupertanyakan ke seorang abang persekutuan. Darimana kita bisa tahu jawaban doa kita? Apakah memang Tuhan akan mengatakannya kepada kita secara langsung seperti kata beberapa orang, atau bagaimana? Bagaimana kita bisa tahu bahwa jawaban Tuhan itu memang jawabanNya, dan bukan sugesti jawaban dari diri kita sendiri??

Dan sang abang pun menjawab. Jawaban Tuhan itu bisa saja diberikan pada saat kita berdoa. Tapi, Tuhan juga memakai orang-orang di sekitar kita untuk memberitahukan rencanaNya kepada kita. Bisa lewat orangtua, teman dekat, saudara kandung, dosen, atau untuk orang-orang yang beruntung :p, oleh pacar mereka. Masukan dari mereka tentunya dapat membantu kita memutuskan langkah yang akan kita ambil pada saat akan memutuskan sesuatu hal, khususnya hal yang sangat penting dan berhubungan dengan perjalanan hidup kita selanjutnya.

Oleh karena itu, ketika tiba waktu kita untuk sampai ke persimpangan jalan dan menentukan perjalanan kehidupan kita yang selanjutnya, kenali karakter dan talenta kita, kenali kemampuan kita, berdiskusi dengan orang-orang terdekat, dan tentunya jangan lupa berdoa kepadaNya, niscaya jawaban yang paling tepat akan kita dapatkan. Lakukan ini semua dengan tepat karena ketika kita salah memilih jalan, tentunya akan mempengaruhi langkah-langkah kita selanjutnya. Dan ingat, peran orang-orang terdekat kita sangat berperan disini, baik untuk memberikan jalan yang tepat, atau justru mengaburkan jalan yang tepat. Mmmm,

Selamat menentukan kemana langkahmu akan pergi untuk mencapai tujuan hidupmu, kawan.
^^